El adalah
seorang wanita yang pada masa kanak-kanaknya hidup dengan sangat berkecukupan,
bahkan kalau bisa dibilang mewah. El merupakan anak dari seorang orang ayah
yang merupakan pejabat pemerintah dan ibu seorangnya pengusaha dibidang kuliner.
El terbiasa mendapatkan segala seusatu yang ia mau. Kehidupan El berubah saat
ayah dan ibunya memutuskan untuk berpisah. Kesuksesan ibunya membuat hubungan
antara ayah dan ibu El tidak harmonis. Ibu El lebih banyak menghabiskan
waktunya untuk usahanya dari pada keluarga.
Setelah
Ayah dan ibu El berpisah El dan 3 saudaranya tinggal bersama ayahnya.
perpisahan ibu dan ayah El ternyata merupaka awal dari kehancuran kehidupan
mereka. Usaha ibu El bangkrut. Ayah El pensiun dari jabatanya.dan yang lebih
menyedihkannya 3 Saudara El yang terbiasa hidup mewah tak tau bagaimana cara
untuk bertahan hidup sendiri tanpa bergantung pada orang tua. Hanya El yang
saat ini bisa diandalkan untuk menafkahi seluruh keluarganya. El menikah dengan
seorang lelaki yang ia pacari sejak SMA. setelah sembilan tahun berhubungan
meraka akhirnya menikah. Pernikahan yang diharapkan El untuk menjadi rumah
tempat ia membagi segala beban yang ia tanggung ternyata hanya hayalan.
Laki-laki yang ia kenal selama sembilan
tahun itu kini telah berubah setelah menikah dengannya. Laki-laki yang baik,
santun, taat agama, berubah menjadi seperti monster yang setiap saat bisa
membunuhnya. El semakin terpuruk karena keadaan ini. El yang jadi tulang
punggung untuk kelurga bekerja keras diluar rumah dan sesampainya dirumah ia
harus medapat pukulan dari suami nya.Sekaipun demikian El tetap
mempertahankan rumah tangganya karena berharap suatu saat suaminya akan
berubah.
Tapi ternyata tidak, semakin hari
suaminya semakin tidak terkendali luka lebam akibat pukulan dan tendangan
suaminya belum juga hilang tapi ia harus menghadapai suaminya yang malah
menyurunya untuk berjalan diatas pondasi besi sebuah jembatan yang belum
selesai dibangun padahal saat itu El sedang mengandung anak kedua. Betapa
teganya laki-laki itu. Namun El masih tetap bertahan mesti rasa sakit dibadan
dan dihatinya semakin mendalam. Setelah lahir anak kedua El masih tetap
berharap keluarganya bisa terus bersama, ia berharap suaminya dapat berubah.
menjadi suami yang baik, ayah yang menyayangi anak-anaknya dengan sepenuh hati
dan kepala keluarga yang bertanggung jawab pada keluarganya. Tapi semua itu hanya
mimpi. Sampai pada akhirnya El memilih untuk berpisah. Rasa sakit yang
dirasaknya karena perpisahan orang tuanya kini harus ikut dirasakan oleh kedua
anaknya.
Penderitaan El yang terasa amat
sangat menyakitkan itu membuat El membutuhkan orang untuk berbagi. Disaat seperti
ini datang seorang laki-laki dewasa yang awalnya El anggap sebagai dewa karena
selalu ada saat El butuh orang sebagai tempat El mengadu. Awalnya El
menganggapnya Ayah tapi ternyata semua itu berubah saat sang lelaki ternyata
menyimpan perasaan kepada El. El terjebak pada permainan dewa-dewa an laki-laki
itu.kebaikan yang diberikan laki- laki itu kepada El karena laki-laki itu
mengingginkan El sebagai istrinya. Perhatian laki-laki itu membutakan mata hati
El. Sehingga pada akhirnya El menerima laki-laki itu sebagai sumaimnya walaupun
harus sembunyi-sembunyi karena sesungguhnya laki-laki itu sudah memiliki
keluarga yang harmonis dan bahagia dengan tiga orang anak yang sudah cukup
dewasa untuk menentang kegilaan ayahnya. semua sahabat dan orang-orang
disekeliling El terus mencoba mengingatkan El atas kesalahan itu tapi El tidak
lagi peduli. Keegoisannya yang mendambakan kehidupan rumah tangga yang harmonis
kini telah menghancurkan keharmonisan keluarga orang lain.