Jumat, 24 Juni 2016

AMARAH

Amarah,
Hai kamu yang selalu berselimut dalam amarah
Apakah gerangan yang ada dijiwa hingga tak kunjung dirimu mampu meredam
Kobaran api didada membakar kertas putih yang ada
Yang tersisa hanya abu yang kelak akan jadi penyesalan,
Amarah
Sepertinya tak mau pergi dari pikiranmu
Bergejolak, menimbulkan prasangka hati yang melapaui
Jangan biarkan dirimu terus dalam belenggunya
Ingatlah saat kau sadari, semua sudah tidak ada gunanya
Amarah,
Tak perlu kau balas, kesakitan dengan kesakitan
Karna pada saatnya amarah yang membakar hati akan segera membakar jiwa
Kadang tak pernah disangka kehadirannya
Tapi akibat yang ditimbulkannya akan membuat kau tak lagi berharga
Sadari lah hai sahabat,
Tak selamanya kebencian akan menjadi benci
Karna ada masanya dimana orang yang paling kita benci adalah orang yang paling menyayangi kita
Sadari lah sahabat,
Dulu pernah kau ucap janji setia, menerima segala kekurang
Menjadikan kelebihan sebagai pelajaran
Kini kemana semua janji itu, kata-kata tulus itu
Hangus dibakar api amarah
Lenyap dihembus angin kencang

Dan tak tersisa sedikitpun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar