Amarah,
Hai kamu yang selalu berselimut dalam
amarah
Apakah gerangan yang ada dijiwa hingga tak
kunjung dirimu mampu meredam
Kobaran api didada membakar kertas putih
yang ada
Yang tersisa hanya abu yang kelak akan jadi
penyesalan,
Amarah
Sepertinya tak mau pergi dari pikiranmu
Bergejolak, menimbulkan prasangka hati yang
melapaui
Jangan biarkan dirimu terus dalam
belenggunya
Ingatlah saat kau sadari, semua sudah tidak
ada gunanya
Amarah,
Tak perlu kau balas, kesakitan dengan
kesakitan
Karna pada saatnya amarah yang membakar
hati akan segera membakar jiwa
Kadang tak pernah disangka kehadirannya
Tapi akibat yang ditimbulkannya akan
membuat kau tak lagi berharga
Sadari lah hai sahabat,
Tak selamanya kebencian akan menjadi benci
Karna ada masanya dimana orang yang paling
kita benci adalah orang yang paling menyayangi kita
Sadari lah sahabat,
Dulu pernah kau ucap janji setia, menerima
segala kekurang
Menjadikan kelebihan sebagai pelajaran
Kini kemana semua janji itu, kata-kata
tulus itu
Hangus dibakar api amarah
Lenyap dihembus angin kencang
Dan tak tersisa sedikitpun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar