Sabtu, 01 Juli 2017

abasaku

Belum sempat ku dengar suaramu
Belum sempat memeluk ragamu
Belum lagi kurasakan gerak tubuhku
Belum pula kurasakan wangi nafasku
Tapi kepergianmu membuat air mataku tak dapat berhenti
Kepergianmu membuat hatiku hampa
Kepergianmu membuat jiwaku sunyi
Sungguh seharusnya kamu tau
Kamu yang kutunggu
Kamu yang ku nanti
Kamu pengisi kekosongan jiwaku
Tapi kini kepergianmu membuat luka dalam
Kegelapan dan kepiluan yang tak terungkap kan 
Meski tangis ku selalu membasahi pipi di tiap sendiri ku
Tak kan bisa menghapus rasa pahitnya kehilanganmu
Angin sampaikan salam rindu dari ku untuk abasaku

piluku

Lebaran adalah waktu dimana kita merasa berbahagia karena pada masa itu kita dapat berkumpul dengan sanak saudara.tapi mungkin hal itu tidak berlaku untukku karena meski aku sedang berkumpul dengan keluarga tapi hatiku serasa kosong karena harus kehilangan buah hatiku yang kutunggu tunggu kehadirannya tapi dia pergi untuk selamanya sebelum sempat aku mendengar suara tangisnya. Ya kali ini aku kembali mengalami kesedihan yang mendalam. Putra yang saat itu usianya 4 bulan dalam kandungan tak lagi mampu bertahan didalam rahimku. Aku bisa apa? Saat semua usaha sudah kulakukan tapi pada akhirnya aku tetap harus kehilangan dia. Masih ramai dirumahku saat ini, tapi aku kesepian ditengah keramaian. Meski suamiku selalu menghibur, tapi aku tahu dalam hatinya ia merasakan kekecewaan yang sangat dalam. Kami meninggalkan pekerjaan kami dan memilih pulang dan tinggal bersama dirumah orang tua suami hanya karena berharap agar aku bisa diurus dengan baik agar kehamilanku dapat bertahan sampai aku melahirkan. Tapi kini dirumah ini aku merasa hanya seperti benalu. Aku seperti tak berguna dan tak bisa diandalkan. Bahkan hanya untuk menjaga kandungan ku saja aku tidak sanggup. Aku merasa tidak sempurna ditengah keinginanku memiliki buah hati yang sangat besar namun aku tidak dapat memilikinya karena rahimku yang sangat lemah.aku cuma bisa berkata maaf dari lubuk hati ku yang paling dalam kepada semua orang yang sudah bersama dengan ku memperjuangkan kandungan ku..maaf karena aku telah mengecewakan kalian semua. Aku tau kalian pun menantikan kehadirannya di tengah tengah keluarga.tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.aku cuma manusia biasa yang tak bisa melawan takdir. Doakan aku agar segera dapat mewujudkan keinginan kalian semua...maaf telah mengecewakan...untuk mu buah hatiku yang kini telah jauh..,rindu mama untukmu..semoga kelak kita dipertemukan nak...i love u