Assalamualaikum
Ingin berbagi cerita...
Sebagai seorang anak kadang kita tidak yakin pada firasat seorang ibu..padahal biasanya apa yang ibu kita katakan itu adalah sebuah kebenaran.
Hal ini kudengar dari curhatan sahabat tentang kisah rumah tangganya..
Pada awal, sebelum pernikahan sang ibu pernah berkata "nak,dirimu masih terlalu muda untuk menikah, dan bila memang dirimu sudah yakin maka kamu harus mampu menerima semua resiko yang mungkin terjadi". Hingga pada setahun pernikahannya, tanpa ia sadari dirinya tengah mengandung. Dan setelah diketahui bahwa dia mengandung dengan kondisi kandungan yang lemah, tentu saja karena ini adalah anak pertamanya dia panik. Ia bertanya kepada teman dan saudara, serta berupaya keras mempertahankan kandungannya dengan rutin kontrol ke dr kandungan. Yang alhamdulillah seiring waktu kondisinya mulai membaik. Tapi seiring dengan itu.pelbagai masalah muncul. Istri yang biasanya melayani semua kebutuhan suami tak mampu lagi melakukan nya. Siap tidak siap sang suami harus mengerti. Tapi ternyata keadaan ini memperkeruh suasana bahagia dirumah itu. Sang suami yg terbiasa dilayani segala keperluannya kini mulai protes karna harus mengurus semua sendiri.ditambah sesekali harus mengurus keperluan sang istri.pertengkaran pun tak terelakkan.sampai pada satu titik sang istri yang tengah hamil lebih memilih tinggal bersama orang tuanya. Ini adalah pelajaran dimana mungkin hampir 90% firasat orang tua benar. Karna apa yang orang tua takutkan ternyata benar terjadi. orang tua kita benar2 memahami siapa anaknya.sehingga mereka tahu benar kapan anaknya siap menanggung semua beban di pundaknya...Terima kasih mama karna selalu jadi penunjuk arah untuk anak-anaknya.. Sekian...
#loveformom😍😍😍
Minggu, 09 Oktober 2016
Jumat, 24 Juni 2016
AMARAH
Amarah,
Hai kamu yang selalu berselimut dalam
amarah
Apakah gerangan yang ada dijiwa hingga tak
kunjung dirimu mampu meredam
Kobaran api didada membakar kertas putih
yang ada
Yang tersisa hanya abu yang kelak akan jadi
penyesalan,
Amarah
Sepertinya tak mau pergi dari pikiranmu
Bergejolak, menimbulkan prasangka hati yang
melapaui
Jangan biarkan dirimu terus dalam
belenggunya
Ingatlah saat kau sadari, semua sudah tidak
ada gunanya
Amarah,
Tak perlu kau balas, kesakitan dengan
kesakitan
Karna pada saatnya amarah yang membakar
hati akan segera membakar jiwa
Kadang tak pernah disangka kehadirannya
Tapi akibat yang ditimbulkannya akan
membuat kau tak lagi berharga
Sadari lah hai sahabat,
Tak selamanya kebencian akan menjadi benci
Karna ada masanya dimana orang yang paling
kita benci adalah orang yang paling menyayangi kita
Sadari lah sahabat,
Dulu pernah kau ucap janji setia, menerima
segala kekurang
Menjadikan kelebihan sebagai pelajaran
Kini kemana semua janji itu, kata-kata
tulus itu
Hangus dibakar api amarah
Lenyap dihembus angin kencang
Dan tak tersisa sedikitpun
Sabtu, 30 April 2016
Ini foto hasil jepretan malam ini. Selesai makan bareng suami yang kata suami sambil ngerayain hari jadi saya yang 2...eheheh...angkanya disensor.malu sudah mulai tua. Tapi seperti biasa setisp suami kena shift malam saya selalu sendirian dirumah.begitupun malam ini.meski malam ini adalah malam ulang tahun saya tapi suami tetep harus kerja dan alhasil saya sendirian lagi dirumah.kalau dulu semasa masih pacaran rasanya sedih gak ketulungan kalau saat saat begini pacar gak ada atau ada tapi gak inget. Tapi sekarang beda rasanya.walaupun harus sendirian dirumah dan gak ada perayaan apa-apa gak ada lagi wajah manyun itu.yang ada hanya wajah khawatir karna melihat suami yang dalam keadaan lelah bergegas mengambil jaket dan baju kerja untuk bekerja malam ini. Baru terasa betapa indahnya pernikahan sebab bukan karna harta berlimpah yang membuat bahagia tapi kesungguhannya dalam membahagiakan ku membuat aku semakin jatuh cinta pada suamiku.bukan hadiah mewah sentuhan kecil dari suami yang dengan lembutnya membelai sambil mengucapkan doa dengan lembut ditelinga membuat ku semakin terpana dan bahagia.allah sunggu tak ada lagi yang bisa ku sangkal dari setiap rahmat mu. Kebahagiaan yang dulu sempat aku ragukan dapat aku raih dengannya kini hilang. Engkau maha membolak balikkan dunia dan isinya. Engkau menggantikan air mataku selama ini dengan memberiku tangan yang setiap saat ada di dekatku untuk menghapus rasa sedih ku.terimaksih allah engkau jodohkan aku dengannya.
Rabu, 27 Januari 2016
Resep kolak ubi ungu
Sore ini saat belanja ke pasar..banyak banged yg jual ubi ungu...hemmm trus kepikiran untuk buak kolak ubi ungu deh...dan tara...jadi kolak ubi ungu yg yummmi...
Bahan :
1 kg ubi ungu
150 gr gula lasir
200ml santan dr setengah buah kelapa
1/2 sendok teh garam
JAhe secukupnya
Cara membuat
KUpas ubi dan cuci bersih, kemudian rebus ubi yang sudah dikupas bersama dengan jahe sampi lunak, lalu tambahkan gula garam dan santan.tunggu sampai mendidih Dan kolak siap disantap.
#menyenangkannyaberkreasi
Langganan:
Komentar (Atom)
