Selasa, 02 Juni 2020

Mari belajar menulis!


Malam itu aku duduk di dalam sebuah bus yang sedang malaju kencang...memandang ke arah luar jendela bersandar sambil mendengar lagu-lagu lawas dari soundsistem bus yang malam itu terdengar sangat memekak ditengah malam yang mungkin sebagai salah satu cara pak supir menahan kantuknya agar tetap terjaga membawaku bersama penumpang lain ketujuan kami..
Sambil ikut sesekali menikmati lagu, aku merasa ingin membuat status di sosial media milikku. Tanpa punya maksud ingin menyindir atau bahkan pamer mengenai diriku saat ini..masak iya mau pamer lagi di bus...emangnya cuma aku yg pernah naik bus🤦🤦
Status pun muncul diberanda ku..setelah beberapa menit kulihat beberapa orang memberi like tanpa komen apapun..namun beberapa waktu kemudian aku melihat postingan salah satu teman di media sosial yang juga memang aku kenal..membuat status yang seperti sedang mengkritik statusku sebelumnya..
Akhirnya aku menghapus postinganku dan gejolak dihati ingin rasanya membuat status baru yang juga dapat membuatnya merasa bahwa status itu balasan atas statusnya..hanya saja pikiran itu terhenti...aku semakin dalam berfikir...apakah harus aku balas??? Atau mungkin itu bukan untuk aku?? Pertanyaan pertanyaan ini muncul dalam benakku...namun perlahan jiwaku berkata apa untungnya kamu bersikap seperti itu....teringat aku dulu aku pernah jadi orang yang mudah tersinggung karena mungkin aku juga sering membuat postingan yang sengaja menyindir orang lain...lalu apa yang terjadi malah kita semakin jauh kehilangan pertemanan itu hanya karena status di media sosial...malam itu bulan terlihat terang bersama bintang dan sesekali terlihat kilat di hujung pandangan...membuat ku semakin tenang dan menyadari...ternyata damai itu lebih indah..bukan tentang berdamai dengan orang lain tapi berdamai dengan diri sendiri pada ego hati yang selalu merasa lebih baik dari orang lain. itu ternyata jauh lebih sulit....

Sabtu, 01 Juli 2017

abasaku

Belum sempat ku dengar suaramu
Belum sempat memeluk ragamu
Belum lagi kurasakan gerak tubuhku
Belum pula kurasakan wangi nafasku
Tapi kepergianmu membuat air mataku tak dapat berhenti
Kepergianmu membuat hatiku hampa
Kepergianmu membuat jiwaku sunyi
Sungguh seharusnya kamu tau
Kamu yang kutunggu
Kamu yang ku nanti
Kamu pengisi kekosongan jiwaku
Tapi kini kepergianmu membuat luka dalam
Kegelapan dan kepiluan yang tak terungkap kan 
Meski tangis ku selalu membasahi pipi di tiap sendiri ku
Tak kan bisa menghapus rasa pahitnya kehilanganmu
Angin sampaikan salam rindu dari ku untuk abasaku

piluku

Lebaran adalah waktu dimana kita merasa berbahagia karena pada masa itu kita dapat berkumpul dengan sanak saudara.tapi mungkin hal itu tidak berlaku untukku karena meski aku sedang berkumpul dengan keluarga tapi hatiku serasa kosong karena harus kehilangan buah hatiku yang kutunggu tunggu kehadirannya tapi dia pergi untuk selamanya sebelum sempat aku mendengar suara tangisnya. Ya kali ini aku kembali mengalami kesedihan yang mendalam. Putra yang saat itu usianya 4 bulan dalam kandungan tak lagi mampu bertahan didalam rahimku. Aku bisa apa? Saat semua usaha sudah kulakukan tapi pada akhirnya aku tetap harus kehilangan dia. Masih ramai dirumahku saat ini, tapi aku kesepian ditengah keramaian. Meski suamiku selalu menghibur, tapi aku tahu dalam hatinya ia merasakan kekecewaan yang sangat dalam. Kami meninggalkan pekerjaan kami dan memilih pulang dan tinggal bersama dirumah orang tua suami hanya karena berharap agar aku bisa diurus dengan baik agar kehamilanku dapat bertahan sampai aku melahirkan. Tapi kini dirumah ini aku merasa hanya seperti benalu. Aku seperti tak berguna dan tak bisa diandalkan. Bahkan hanya untuk menjaga kandungan ku saja aku tidak sanggup. Aku merasa tidak sempurna ditengah keinginanku memiliki buah hati yang sangat besar namun aku tidak dapat memilikinya karena rahimku yang sangat lemah.aku cuma bisa berkata maaf dari lubuk hati ku yang paling dalam kepada semua orang yang sudah bersama dengan ku memperjuangkan kandungan ku..maaf karena aku telah mengecewakan kalian semua. Aku tau kalian pun menantikan kehadirannya di tengah tengah keluarga.tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.aku cuma manusia biasa yang tak bisa melawan takdir. Doakan aku agar segera dapat mewujudkan keinginan kalian semua...maaf telah mengecewakan...untuk mu buah hatiku yang kini telah jauh..,rindu mama untukmu..semoga kelak kita dipertemukan nak...i love u

Minggu, 09 Oktober 2016

cerita sahabat

Assalamualaikum
Ingin berbagi cerita...
Sebagai seorang anak kadang kita tidak yakin pada firasat seorang ibu..padahal biasanya apa yang ibu kita katakan itu adalah sebuah kebenaran.
Hal ini kudengar dari curhatan sahabat tentang kisah rumah tangganya..
Pada awal, sebelum pernikahan sang ibu pernah berkata "nak,dirimu masih terlalu muda untuk menikah, dan bila memang dirimu sudah yakin maka kamu harus mampu menerima semua resiko yang mungkin terjadi". Hingga pada setahun pernikahannya, tanpa ia sadari dirinya tengah mengandung. Dan setelah diketahui bahwa dia mengandung dengan kondisi kandungan yang lemah, tentu saja karena ini adalah anak pertamanya dia panik. Ia bertanya kepada teman dan saudara, serta berupaya keras mempertahankan kandungannya dengan rutin kontrol ke dr kandungan. Yang alhamdulillah seiring waktu kondisinya mulai membaik. Tapi seiring dengan itu.pelbagai masalah muncul. Istri yang biasanya melayani semua kebutuhan suami tak mampu lagi melakukan nya. Siap tidak siap sang suami harus mengerti. Tapi ternyata keadaan ini memperkeruh suasana bahagia dirumah itu. Sang suami yg terbiasa dilayani segala keperluannya kini mulai protes karna harus mengurus semua sendiri.ditambah sesekali harus mengurus keperluan sang istri.pertengkaran pun tak terelakkan.sampai pada satu titik sang istri yang tengah hamil lebih memilih tinggal bersama orang tuanya. Ini adalah pelajaran dimana mungkin hampir 90% firasat orang tua benar. Karna apa yang orang tua takutkan ternyata benar terjadi. orang tua kita benar2 memahami siapa anaknya.sehingga mereka tahu benar kapan anaknya siap menanggung semua beban di pundaknya...Terima kasih mama karna selalu jadi penunjuk arah untuk anak-anaknya.. Sekian...

#loveformom😍😍😍

Jumat, 24 Juni 2016

AMARAH

Amarah,
Hai kamu yang selalu berselimut dalam amarah
Apakah gerangan yang ada dijiwa hingga tak kunjung dirimu mampu meredam
Kobaran api didada membakar kertas putih yang ada
Yang tersisa hanya abu yang kelak akan jadi penyesalan,
Amarah
Sepertinya tak mau pergi dari pikiranmu
Bergejolak, menimbulkan prasangka hati yang melapaui
Jangan biarkan dirimu terus dalam belenggunya
Ingatlah saat kau sadari, semua sudah tidak ada gunanya
Amarah,
Tak perlu kau balas, kesakitan dengan kesakitan
Karna pada saatnya amarah yang membakar hati akan segera membakar jiwa
Kadang tak pernah disangka kehadirannya
Tapi akibat yang ditimbulkannya akan membuat kau tak lagi berharga
Sadari lah hai sahabat,
Tak selamanya kebencian akan menjadi benci
Karna ada masanya dimana orang yang paling kita benci adalah orang yang paling menyayangi kita
Sadari lah sahabat,
Dulu pernah kau ucap janji setia, menerima segala kekurang
Menjadikan kelebihan sebagai pelajaran
Kini kemana semua janji itu, kata-kata tulus itu
Hangus dibakar api amarah
Lenyap dihembus angin kencang

Dan tak tersisa sedikitpun

Sabtu, 30 April 2016

Ini foto hasil jepretan malam ini. Selesai makan bareng suami yang kata suami sambil ngerayain hari jadi saya yang 2...eheheh...angkanya disensor.malu sudah mulai tua. Tapi seperti biasa setisp suami kena shift malam saya selalu sendirian dirumah.begitupun malam ini.meski malam ini adalah malam ulang tahun saya tapi suami tetep harus kerja dan alhasil saya sendirian lagi dirumah.kalau dulu semasa masih pacaran rasanya sedih gak ketulungan kalau saat saat begini pacar gak ada atau ada tapi gak inget. Tapi sekarang beda rasanya.walaupun harus sendirian dirumah dan gak ada perayaan apa-apa gak ada lagi wajah manyun itu.yang ada hanya wajah khawatir karna melihat suami yang dalam keadaan lelah bergegas mengambil jaket dan baju kerja untuk bekerja malam ini. Baru terasa betapa indahnya pernikahan sebab bukan karna harta berlimpah yang membuat bahagia tapi kesungguhannya dalam membahagiakan ku membuat aku semakin jatuh cinta pada suamiku.bukan hadiah mewah sentuhan kecil dari suami yang dengan lembutnya membelai sambil mengucapkan doa dengan lembut ditelinga membuat ku semakin terpana dan bahagia.allah sunggu tak ada lagi yang bisa ku sangkal dari setiap rahmat mu. Kebahagiaan yang dulu sempat aku ragukan dapat aku raih dengannya kini hilang. Engkau maha membolak balikkan dunia dan isinya. Engkau menggantikan air mataku selama ini dengan memberiku tangan yang setiap saat ada di dekatku untuk menghapus rasa sedih ku.terimaksih allah engkau jodohkan aku dengannya.

Rabu, 27 Januari 2016

Resep kolak ubi ungu

Sore ini saat belanja ke pasar..banyak banged yg jual ubi ungu...hemmm trus kepikiran untuk buak kolak ubi ungu deh...dan tara...jadi kolak ubi ungu yg yummmi...
Bahan :
1 kg ubi ungu
150 gr gula lasir
200ml santan dr setengah buah kelapa
1/2 sendok teh garam
JAhe secukupnya
 Cara membuat
KUpas ubi dan cuci bersih, kemudian rebus ubi yang sudah dikupas bersama dengan jahe sampi lunak, lalu tambahkan gula garam dan santan.tunggu sampai mendidih Dan kolak siap disantap.
#menyenangkannyaberkreasi